Sabtu, Juli 25, 2020

5 Tips Sebelum Membuka Bisnis Usaha Minuman Siap Saji

Bisnis minuman siap saji kian menjamur di kota-kota besar. Pilihannya pun semakin beragam, mulai dari kios kecil yang hanya menawarkan satu jenis minuman hingga kafe besar yang menawarkan lebih dari tiga varian. Seiring maraknya budaya kerja yang tidak berbasis kantor serta kebiasaan nongkrong generasi milenial, bisnis ini terlihat semakin menjanjikan.
5 Tips Sebelum Membuka Bisnis Usaha Minuman Siap Saji
Tapi, memulai bisnis di tengah tren tentu banyak tantangan. Banyaknya pesaing membuat produk yang kita sajikan harus kompetitif secara rasa dan harga. Calon pembeli tentu memiliki banyak pertimbangan sebelum menjajal produk baru. Seperti, Kalau produk saya A sudah enak, kenapa harus nyobain produk yang lain? Atau kenapa saya harus beli minuman yang mahal kalau tidak ada beda rasa dengan yang murah?.

Nah, bagi kamu yang punya minat berbisnis minuman siap saji, boleh nih disimak tips dari Kenny Soetomo, bartender profesional yang juga menjuarai lomba meracik cocktail Suntory Cocktail Connoisseur 2014. Yuk, check it out!

1. Pastikan konsistensi rasa

Menurut Kenny, hal yang paling penting dari berbisnis minuman siap saji adalah konsistensi rasa. Jangan sampai kesan pertama yang baik hilang begitu saja karena minuman kedua atau ketiga yang disajikan rasanya berbeda.

Bisnis RtD (Ready to Drink) yang penting adalah bagaimana minuman di minggu pertama rasaya sama dengan minuman di minggu ke sepuluh, kata Kenny dalam sesi Traveloka Xperience. Untuk itu, saran Kenny adalah hindari menjual minuman dengan komposisi bahan yang banyak. Sebab, semakin banyak kandungan minumannya, maka semakin besar potensi rasanya berbeda. Kalau dari yang bikin minuman, paling gampang cuma tiga bahan baku, kalau sudah itu beres. Semakin dikit ingredient, over price-nya juga semakin kecil, tambahnya.

2. Beli bahan baku yang terbaik

Lelaki yang sudah bekerja sebagai bartender selama 15 tahun ini juga berpesan, bahan baku yang digunakan harus yang terbaik. Jika minumannya menggunakan buah-buahan, maka hindari beli buah-buahan bubuk.

Beli buah yang masih fresh. Kalau misal beli yang puree, pastikan komposisi buahnya 98 persen. Daripada beli yang powder, mending beli ke pasar. Kalau bisa beli dari local farmer, karena gak diproses ulang, dipastikan gak ada kimia. Jadi nanti istilahnya from farm to bar, sambung dia.

3. Jangan campur minuman dengan bahan kimia

Selanjutnya, Kenny yang juga pernah mangampu studi teknik pangan menegaskan supaya minuman yang disajikan tidak dicampur dengan bahan kimia. Seenak apa pun rasa minumannya, pastinya minuman itu tidak baik untuk tubuh.

Dipastikan juga ada tulisan food grade-nya, jadi untuk dimakan, untuk dikonsumsi. Segala hal yang chemical pasti gak bisa diminum. Masalah enak gak enak urusan nanti. Saya juga pernah bikin cocktail pakai kecap asin, jadi eksperimen dengan bahan dapur, ungkapnya.

4. Tentukan nilai lebih dari minuman yang kamu sajikan

Dia turut menyarankan supaya minuman yang dijual memiliki nilai lebih. Dengan kata lain, komposisi bahan tidak boleh sembarangan dicampuradukkan. Fungsi minumannya buat apa. Kalau di masa pandemik gini, bikin minuman yang menambah daya imun, terang bartender yang pernah menjadi brand ambassador DaVinci Gourmet Syrups itu.

5. Perhatikan tampilan minuman dan kebersihan dapur

Terakhir, standar food safety 101 juga tidak kalah penting. Peramu minuman harus memastikan tangan dan seluruh alat yang digunakan higienis. Terlebih, selepas pandemik ini, menggunakan masker, sarung tangan, dan apron akan menjadi keharusan di seluruh kafe.

Kemudian, tampilan minuman juga harus mendapat perhatian. Biasanya, menurut Kenny, minuman yang smooth lebih mencuri perhatian dibanding minuman yang cair.